Seiring riak hujan berjatuhan dari atas langit
Tok.tok..tok..jatuh bersama semilir angin yang kian dingin
Deru kendaraan pun tak urung meramaikan hujan yang tak jua reda dan masih menyisakan tetes-tetes kecil kebasahan
"Dasar Jakarta!!"
Kota yang tak pernah sepi dari hiruk pikuk manusia
Gak siang..gak malam..gak panas..gak hujan..selalu ramai dan selalu MACET
Kian macet ketika hujan datang
Berbondong-bondong orang berlalu-lalang melewati jalanan kota
Saling mendahului dan berebut jalan yang masih terlihat sedikit lengang
Serobot kiri..serobot kanan..
Dan itulah manusia..
Semua jenuh..semua lelah..dan semua ingin segera meneguk tek atau kopi hangat pelepas rasa..
Merebahkan sejenak badan yang sejak tadi terhimpit perasaan bercampur baur
Dan aku hanya bisa berpikir sepintas lalu..
Tentang kota ini..kota yang berikanku..berikan mereka dan bahkan semua orang harapan dan impian
Demi masa depan yang lebih baik
Tak terkecuali mereka-mereka yang masih tertindas..
Dihimpit kejamnya ibukota yang kian murka
Keadaan yang jauh berbeda ketika lamunanku masuk dalam sebuah kampung kecil dikaki bukit
Hujan itu tenang..damai..dan hangat
Karena semua orang enggan untuk sekedar melongokkan badannya dalam basah warna hujanSemua berkumpul..bercengkrama..sambil meneguk minuman penghangat badan dan beberapa cemilan khas desa yang sering disebut "Roti Sumbu" atau singkong rebus
Sederhana memang..tapi itulah ciri khas yang mungkin masih menjadi kerinduan-kerinduan bagi para pelancong kota..
Seperti halnya aku..
Bagaimanapun derasnya hujan selalu memberikan cerita tersendiri bagiku..
Dan itulah cerita hujan yang selalu aku rindukan..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar