"Aku"
Aku hanya orang biasa yang labil dengan segala sesuatu yang masih nol..
Aku belum bisa menjadi apa?
Aku belum bisa untuk berkata bahwa aku adalah "Hebat"
Aku tak pantas untuk kau sanjung..
Aku hanya manusia yang kadang lemah dan dengan mudahnya untuk meneteskan peluh yang aku rasa..
Tapi mungkin itu bukan di depan mereka..
Aku hanya berusaha menjadi yang baik walaupun kau..dia..dan mereka semua tidak berkata demikian..
Dan semua orang berhak untuk itu..
Kau..
Kau adalah sesuatu yang pernah ku genggam
Kau bisa membuatku tertawa..tapi kau juga bisa membuatku menangis
Kau mungkin baik..tapi kau juga berhak mendapatkan yang lebih baik..
Kau dan kehidupanmu yang mungkin tak bisa sepenuhnya aku cerna
Membuatku selalu berpikir bisakah aku untuk itu..atau hanya akan ku sakiti engkau..
Kenangan..
Aku..kau dan kenangan adalah sebuah masa lalu yang kompleks
Suatu ketika aku bahagia..suatu ketika aku mencinta..suatu ketika aku terombang-ambing dalam kehidupan yang Tuhan berikan kepadaku..
Dan betapa semua itu masih misterius untukku..
"Tuhan..aku memang hanya manusia..
Apapun yang Engkau tentukan untuk hidupku aku tak pernah tau..
Tapi jangan jadikan aku seperti "boneka" yang tak punya arti
Ketika aku berada pada satu titik..selalu Engkau tunjukkan beberapa arah yang tak pasti
Dan ketika aku rasa jalan yang aku lalui sudah benar..kenapa Engkau selalu memberikan aku kebimbangan atas itu..
Aku ini juga punya hati Tuhan..mereka juga seperti itu..
Aku mungkin pernah menyakiti untuk sesuatu yang pernah aku "rasa"..
Tapi itu bukan mauku..haruskah aku menyalahkan keadaan??
Keadaan yang begitu pelik..untuk mencari siapa?dan siapa?
Untuk sebuah kata "Tidak" dan "Benci" dari bibir seorang bunda yang sangat aku cintai
Dan mereka tidak memberikan sedikitpun ruang bagiku untuk bernafas..
Terpasung dalam suatu pilihan sulit kala itu..
Dan aku memang benar-benar harus memilih dan tetap melangkah..
Kau hadirkan satu sosok yang aku kira adalah sebuah jawaban terakhir
Sempat merasa "perfect" tapi tentu tidak..manusia tidak ada yang sempurna
Aku dan mereka punya kekurangan masing-masing..
Dan ternyata genggaman itu harus pula aku lepas untuk kesekian kali..
Untuk kebebasan yang dia pilih..
Aku tak bisa berbuat apa-apa karena mereka berhak memilih yang terbaik..
Dan kini biarkan kami memilih jalan hidup masing-masing..
Membuka lembaran baru yang lebih baik..
Walaupun satu kenangan pahit yang pernah singgah masih sempat menggelayut dan tak mau pergi
Tapi..please biarkan aku berjalan sendiri untuk menentukan arahku
Kau boleh berkata apapun untuk aku..
Kau berhak bersumpah..kau berhak mencaci..kau berhak menghakimi aku sedemikian
Tapi yang penting bagiku adalah hanya"Tuhanku" yang tau segalanya..
Dan itu sudah benar-benar lebih dari cukup..
Sekarang aku berada lagi dalam suatu jalan yang masih abu-abu
Aku tak ingin menyakiti tapi aku juga tak ingin tersakiti..
Dan masih banyak yang harus aku lakukan dan pikirkan
Biarkan aku merasakan sesuatu yang "Beda" Tuhan..
Dan biarkan jalan ini yang benar-benar Engkau pilihkan untukku..
Walaupun aku hanya mengikat dia lewat hati tanpa kau ijinkan aku menjabat..
Semoga ini bukan sekedar maya yang dulu juga pernah singgah..
Berikan aku kesempatan untuk menatap sepasang mata itu dan menjabat tangannya walaupun mungkin tak cukup banyak waktu yang akan dia berikan padaku..
Jika ini adalah jalan darimu..ikatkanlah hati kami untuk sebuah kata "Ridho" yang akan menyelamatkan kami
Menjalani dengan baik untuk sebuah komunikasi yang lebih baik..
Dan terakhir..berikan kesempatan
Hingga aku benar-benar bisa untuk memilikinya..untuk sekarang dan hari esok..
Amien..(Gie)

jalan yang masih abu-abu itu kelak akan penuh warna :-)
BalasHapusSeindah warna pelangi..dan biarkan senyum itu kian terkembang seiring langkah kita..hehehhehe.. so sweeeeeetttttt
BalasHapus